Nyepi di Swedia

Oleh Made Sania Saraswati

28 Maret 2017,

Semeton-semeton umat Hindu di Indonesia merayakan Tahun Baru Saka ke 1939 dengan melakukan nyepi, yang berasal dari kata sepi atau senyap. Tidak seperti perayaan tahun baru pada umumnya, saat Nyepi semua aktivitas diliburkan – bahkan bandara Ngurah Rai di Bali juga tidak beroperasi! Lumayan menghemat energi (sepertinya Earth Hour dapat inspirasi dari nyepi). Di Indonesia, Nyepi merupakan hari libur nasional, tapi tidak di Swedia. Lho, kenapa? Karena Nyepi menggunakan sistem kalender Saka yang sudah diadaptasi dengan elemen lokal suku bangsa di Indonesia. Bahkan di Malaysia ataupun India, tidak ada perayaan seperti ini. Lalu seperti apa nyepi di Swedia?

Rasanya seperti ulang tahun karena hari itu dipenuhi dengan ucapan-ucapan di online messenger dan media sosial.

sumber: giphy

Ada kalender Bali di kamar, tapi jujur, lupa saya perhatikan. Jadi kalau bukan karena orangtua mengirimkan foto melasti (penyucian sebelum Nyepi) mungkin saya sendiri tidak akan ingat tentang tahun baru tersebut. Apalagi karena di Uppsala juga tidak ada orang lain yang (seharusnya) merayakan Nyepi. Beginilah nasib anak rantau, meski jauh tapi terus diingatkan akan rumah. Nyepi ini salah satu hari raya besar di mana keluarga besar biasa berkumpul. Mungkin bisa dibilang mirip dengan lebaran, meski acara makan-makan tidak dilakukan di hari-H.

sumber: dokumentasi pribadi

Sebetulnya bisa saja saya merayakan Nyepi di Swedia selama tidak ada aktivitas yang harus dilakukan hari itu. Ada baiknya juga kalau bisa berdiam diri dan merenung akan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Tapi kalau untuk puasa 24 jam sepertinya tidak memungkinkan, hehe. Sejujurnya ingin berbagi pengalaman tapi apa daya tidak banyak yang bisa diceritakan mengenai Nyepi di Swedia karena tidak ada perayaan. Yang ada adalah kelas dari pagi hingga sore, alias aktivitas sehari-hari pada umumnya.

 

Kurang-lebih beginilah perayaan Nyepi secara online di handphone saya:

merayakan nyepi di swedia*

*Nama-nama pengirim pesan disamarkan.

Meski hampir melewatkan perayaan ini di sini, saya tetap ingin mengucapkan selamat tahun baru saka 1939. Semoga damai di hati dan dunia.

Leave your comment here: