Potluck, budaya berbagi ala mahasiswa perantauan

Februari adalah bulan yang erat dengan kehangatan perayaan kasih sayang, namun bulan ini juga terkenal sebagai waktu dengan suhu paling rendah dalam setahun di negara-negara belahan bumi utara seperti Swedia. Dalam rangka menghangatkan hari-hari yang dingin sekaligus menjalin silahturahmi, mahasiswa-mahasiswi Indonesia di bagian selatan Swedia pun mengawalinya dengan  kumpul seru bertemakan “Potluck”, pada hari Sabtu, 3 Februari yang lalu.

Di kalangan mahasiswa internasional, potluck merupakan acara yang menarik, karena pada umumnya para peserta akan membawa makanan yang berbeda-beda, tergantung kemampuan memasak dan keunikan khas daerah masing-masing. Hasil masakan umumnya dibawa dengan porsi yang bisa saling berbagi, sekitar untuk 3-4 orang, dan (seringkali) potluck selalu berakhir dengan segunung makanan yang bisa dibawa pulang dan dijadikan bekal keesokan hari (hehe :p) Karena keragaman tersebut, bisa dibilang potluck adalah tipe acara kumpul favorit mahasiswa internasional di daerah perantauan. (dibanding mampir ke 10 restoran khas berbagai negara, lebih baik undang 10 teman internasional dan potluck bareng kan? :D)

Pada acara kumpul seru PPI Scania kali ini, potluck diadakan dengan membawa berbagai masakan sebagai lauk untuk 3 jenis nasi yang akrab dikonsumsi di Indonesia, yaitu nasi putih, nasi kuning dan nasi uduk. Variasi makanannya sangat beragam, mulai dari telur balado, capcay, bihun goreng, hingga sop iga. Tidak kalah menarik, minuman yang ikut serta juga mengingatkan kita pada kehangatan kumpul keluarga di waktu-waktu spesial, seperti bulan puasa, dengan sirup Marjan dan Es Buah segar.

Gambar 1. Makanan potluck yang selalu variatif dan berlimpah. Sumber: Ardy Kusuma

Kegiatan kumpul seru ini dilakukan di kota Lund dengan menempati common room di tempat tinggal salah satu mahasiswi di Lund University, yaitu Oryza. Ada sekitar 33 peserta yang hadir dan berasal dari berbagai kota di region Scania, seperti Lund, Malmö, Helsingborg, Stehag, dan Landskrona, bahkan ada satu balita dan satu teman internasional asal Kroasia yang juga ikut serta memeriahkan kegiatan.

Gambar 2. Foto bersama seluruh peserta potluck

Selain makan-makan asik, salah satu rangkaian lainnya dari kegiatan kemarin adalah momen simbolis regenerasi kepengurusan PPI Scania periode tahun 2018. Pemilihan pengurus baru sendiri sudah berlangsung pada awal Januari yang lalu, dengan susunan terpilih yaitu Koordinator – Margaretha Liliana, Wakil Koordinator – Ardy Kusuma, Sekretaris – Eugenia Inez, dan Bendahara – Devita Gunawan. Adapun masa jabatan kepengurusan ini akan berlangsung hingga 16 Januari 2019 mendatang.

Tidak kalah seru juga, di akhir acara para peserta diajak untuk memainkan games yang dulu sempat hits di salah satu siaran televisi di Indonesia. Ada yang ingat dengan teriakan “Ya..”, “Tidak..”, “Bisa jadi..”? Ya, games unik ini sebenernya punya nama keren, yaitu Charades. Dan, siapa sangka ternyata para pelajar yang tergabung di PPI Scania sangat antusias memainkan games berhadiah sepaket makanan yang melekat dihati hampir seluruh masyarakat Indonesia, yaitu Indomie. Lihat keseruannya di foto-foto berikut ini,

Gambar 3,4, 5. Keseruan saat bermain games (Sumber: Ardy Kusuma)

Keseruan ini baru permulaan di tahun 2018 dan masih akan berlanjut dengan berbagai kegiatan mendatang di PPI Scania, seperti Snacka, Weekend Trips, Olahraga, Makan-makan (tentunya), dan masih banyak lagi. Dan yang paling ditunggu juga, pada tahun ini, PPI Scania akan menjadi tuan rumah untuk Spring Gathering yang mengumpulkan seluruh pelajar Indonesia yang ada di Swedia. Mau tahu gimana serunya berkumpul sambil menikmati keindahan area selatan di musim semi? Tunggu info registrasinya dan pastikan ikut di bulan April! Hej då

Oleh:
Margaretha Liliana Situmorang - Lund
Lund University – Sustainable Urban Design 
Leave your comment here: