Pertanyaan Umum Seputar Muslim di Swedia dan Stockholm

Dikarenakan Muslim di Swedia itu minoritas, banyak dari calon mahasiswa Indonesia yang akan ke Swedia bertanya tentang hal-hal terkait. Kemudian ditambah dengan fakta bahwa mayoritas penduduk Swedia adalah tidak beragama. Juga dengan adanya peristiwa terkait terorisme belakangan ini, wajar sekali jika jumlah intensitas pertanyaannya bertambah. Tidak hanya dari calon mahasiswa, kadang orang tua dari calon mahasiswa juga menanyakan perihal yang sama.

Berikut saya rangkumkan pertanyaaan-pertanyaan yang paling sering ditanyakan, dengan tujuan agar dapat dibaca bersama sebagai sedikit pengetahuan. Oleh karena saya belajar di Stockholm, maka saya khususkan beberapa jawabannya untuk lingkup Stockholm.

Berapa banyak jumlah muslim di Swedia?

Beberapa sumber menyebutkan jumlah muslim di Swedia yaitu 6% dari total penduduk Swedia yang berarti berkisar antara 500,000-600,000 jiwa. Dari jumlah tersebut, setidaknya 110,000 jiwa terdaftar secara resmi di komunitas-komunitas Islam resmi di Swedia. Banyak dari pemeluk agama islam tersebut berasal dari negara-negara mayoritas Islam seperti Turki, Suriah, Afganistan dan juga beberapa negara di Afrika.

Secara realita, tidak terlalu sulit atau jarang untuk menemukan muslim di jalan menuju kantor atau kampus. Khususnya jika kita berada di kota besar atau tinggal didekat daerah yang mayoritas penghuninya adalah muslim, maka akan lebih sering menemukannya lagi.

Muslim di Swedia mengalami diskriminasi ga sih?

Secara umum dan berdasarkan pengalaman saya pribadi, tidak pernah ada diskriminasi terhadap muslim. Non-muslim Swedia yang bertemu dengan muslim akan berlaku sama seperti bertemu orang non-muslim. Toleransi sesama manusia yang ada di Swedia ada pada tingkat yang bagus sekali. Jika sedang di kelas atau di kantor, kita diperbolehkan izin untuk shalat. Jika sulit menemukan masjid, kita tidak akan dimarahi jika shalat di taman. Malah dulu ketika saya bekerja (sebelum kuliah), bos saya di kantor menawarkan untuk membuatkan ruang khusus untuk shalat ketika beliau mengetahui selama ini saya shalat di ruang ganti.

Walaupun belakangan dengan arus imigrasi dan pengungsi dari Suriah yang ditampung Swedia sangat banyak, angka kriminal mengalami peningkatan. Tapi tidak sampai menimbulkan diskriminasi.

Katanya menemukan masjid sulit ya?

Jika dibandingkan dengan menemukan masjid di Indonesia, tentu akan menjadi sulit sekali. Tetapi diluar dugaan awal saya yang mengira di Stockholm akan ada maksimal tiga masjid saja, ternyata ada lebih dari delapan yang terdata di Google Map Stockholm. Jumlah ini tentu belum termasuk masjid yang lebih kecil dan tidak terdaftar di Google Map.

Masjid Stockholm. Dari Wikipedia

Masjid Stockholm. Dari Wikipedia

Masjid Goteborg. dari Wikipedia

Masjid Goteborg. dari Wikipedia

Di kampus-kampus juga biasanya ada mushala yang diberikan pihak kampus untuk para mahasiswa muslim. Di kampus saya (KTH) ada satu ruang shalat berukuran 6×6 meter persegi.

Khutbah shalat jumat pakai bahasa apa?

Karena kebanyakan dari muslim di Swedia bisa berbahasa Swedia, kebanyakan masjid menggunakan bahasa Swedia atau bahasa Arab sebagai bahasa khutbah jumatnya. Satu dua masjid menambahkan bahasa Inggris atau bahasa Pakistan (jika banyak jamaah berasal dari Pakistan). Dalam hal mengetahui bahasa yang digunakan, saya rasa sebaiknya dicoba saja datang ke masjidnya ketika shalat jumat. Ataupun bisa juga menanyakan pada senior atau teman yang sudah pernah kesana.

Saya memiliki satu catatan mengenai shalat jumat. Di kampus saya (KTH) khutbahnya disampaikan oleh mahasiswa menggunakan bahasa Inggris. Mungkin karena sebaya dan disampaikan dengan sederhana, saya merasa khutbahnya seringkali bagus dan menyentuh.

Bagaimana kalau ada kelas (atau bahkan ujian) di jam sholat?

Seperti sudah saya tulis di bagian sebelumnya, toleransi di Swedia sudah baik sekali. Sehingga jika kita izin kepada dosen atau atasan di kantor, kemungkinan besar akan diberikan izinnya. Jika jam shalat ada ditengah ujian (beberapa ujian bisa sampai 5 jam), taktik yang sering saya lakukan adalah menggabung shalat (jama’). Walaupun kalau izin, juga pasti akan dipersilahkan.

Apakah sulit untuk mendapatkan makanan halal?

Bagi saya, tidak terlalu sulit. Pertama, karena saya tinggal di daerah yang ada (banyak) penduduk muslimnya. Di daerah seperti ini, biasanya akan ada supermarket yang menjual daging dan makanan berlabel halal. Kedua, jika tidak tinggal di area yang ada muslimnya pun, kita tidak akan kesulitan untuk menjangkaunya. Khususnya dengan kartu transportasi bulanan yang bisa kita gunakan sepuasnya dan kemana saja di dalam kota tersebut.

Ayam Halal

Ayam Halal. Dari qiblahalal.se

Restoran halal Noor

Restoran halal Noor

Tidak hanya supermarket, menemukan restoran yang menjual makanan halal pun tidak sulit. Konsep yang sama berlaku. Di kawasan yang ada muslimnya, biasanya akan ada juga restoran halal.

Bagaimana jika kita terpaksa makan di restoran yang tidak ada makanan halalnya? Kasus seperti biasanya jika kita ada makan malam fakultas, atau acara tertentu. Biasanya saya akan memesan makanan vegetarian saja untuk mudahnya. Karena semua restoran pasti ada makanan vegetariannya. Beberapa teman muslim juga tidak keberatan selama makanannya ayam, ikan atau daging sapi.

Apa benar puasa di Swedia 20 jam lebih? Bagaimana tipsnya agar puasa lancar?

Mulai dari beberapa tahun lalu hingga beberapa tahun kedepan, bulan Ramadhan akan jatuh pada bulan-bulan musim panas. Artinya lamanya matahari terbit hingga terbenam bisa mencapai 20 jam atau bahkan lebih. Jadi benar, kita dapat berpuasa selama itu. Memang kelihatannya sangat panjang. Pada awalnya saya juga berpikir akan sangat sulit untuk dilakukan. Tetapi ketika sudah mencoba, rasanya sama saja dengan puasa 14 jam di Indonesia. Mungkin dikarenakan cuaca di Swedia yang tidak terlalu panas. Hampir semua teman muslim yang berpuasa di Swedia merasakan hal yang sama dan puasa mereka pun lancar.

Yang terpenting dalam berpuasa 20 jam adalah: jangan terlalu dirasakan puasanya. Swedia pada musim panas menjadi tempat yang indah sekali. Biasanya ini yang membuat waktu berjalan tidak terasa. Tentunya didukung dengan makanan yang bergizi juga, ya.

Sebagai kesimpulan, menjadi pelajar muslim di Swedia, kita tidak akan merasakan kesulitan dan dapat beribadah dengan tenang. Bisa merasakan menjadi minoritas dapat meningkatkan toleransi kita terhadap agama lain yang juga menjadi minoritas dan ujungnya, dapat meningkatkan perdamaian dunia juga.

Jika ada hal yang belum terjawab, atau teman-teman memiliki pertanyaan lain, silahkan ditanyakan ya.

 

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *