Pasar Malam di Scania

Oleh Yasmin Nabila

Kalo biasanya setiap bulan ada sesi sharing ilmu lewat acara SNACKA, di bulan Maret hingga April ada atmosfer yang berbeda  lho di wilayah Skåne! Pada tanggal 1 April lalu, bersama The Swedish Indonesia Society (SIS) dan KBRI Swedia, kami mengadakan festival bertajuk Pasar Malam Malmö.

Persiapan Pasar Malam

Menjelang hari H, saya yang ikutan ngisi acara jadi pemain angklung pun ikutan (sok) sibuk. Ngomong-ngomong tim angklung, dari semua yang daftar buat jadi pemain ternyata cuma ada dua orang yang pengalaman pernah main angklung. Beruntung ada pelatih baik hati yang tiap minggunya rela bolak-balik Lund-Copenhagen demi melatih kami, yaitu Mas Dhany. Tadinya kami berencana memainkan tiga lagu: Du Gamla, Du Fria (lagu nasional Swedia), Manuk Dadali dan Marvin Gaye, namun akhirnya Du Gamla, Du Fria harus direlakan karena berlatih dua lagu pun sudah cukup sulit haha.

Di minggu terakhir latihan bersama, lelahnya persiapan Pasar Malam terbayar impas dengan sesi makan siang bersama yang disiapkan oleh para ibu-ibu. Mbak Nina, Bu Nur, Bu Sri dan ibu-ibu lainnya kayanya udah paham banget kalo mahasiswa selalu bahagia kalo nemu makanan enak 🙂 Sebelum makan, ga lupa kami berdoa bersama supaya acara bisa berjalan dengan lancar.

Kapan lagi makan somay & batagor di Swedia?
Sebuah kemewahan

Sampai jumpa di Pasar Malam Malmö!

1 April 2017

Selain acara inti yang akan dimulai sore hari, ada juga forum diskusi yang bermanfaat banget buat kita-kita yang pengen tau banyak soal studi doktoral serta budaya bekerja di Swedia. Sayangnya di saat yang bersamaan saya harus melakukan persiapan lain jadi ga bisa cerita isi diskusinya. Nih, liat foto-fotonya aja ya.

Sambutan korpus PPI Swedia – Philipe Gunawan

Semakin sore, Folkets Hus semakin ramai. Bazar makanan jadi spot yang paling hits. Liat aja foto-foto di bawah, antrian pembeli sangat padat saudara saudara. Dari para anak PPI sampai bule-bule Swedia, semuanya ga sabar nyobain macam-macam kuliner khas nusantara yang dijual. Ada rendang, sate padang, bakso, nasi rames, risol, lemper, dan macam-macamnya.

Sekitar pukul 4 sore acara dimulai dan secara bergantian para pengisi acara bergantian naik dan turun panggung. Ada Tari Gambyong dari temen-temen Växjö, sumbangan penampilan musik dari Pak Dubes bersama the Tambal Band, Tari Cublak Cublak Suweng, Goyang Karawang, Tari Pendet, Angklung, dan sederet penampilan kece lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu (karena banyak banget). Satu hal yang pasti: semuanya KEREN BANGET 😉

Penuhnya aula ga membuat pengunjung menyerah, padahal sebagian harus rela berdiri karena ga dapet tempat duduk. Panitia yang seharian harus ribet mondar mandir pun masih keliatan semangat dan malah ikutan joget waktu ada dangdutan di panggung.

 

Sebagai pelajar Indonesia yang kuliah di luar negeri, festival seperti ini menjadi kesempatan baik bagi kami dalam menunjukkan betapa indah dan beragamnya budaya Indonesia. Senang dan bangga, itulah yang kami rasakan. Apalagi setelah melihat antusiasme pengunjung yang datang menikmati acara sepanjang malam.

Kami segenap panitia mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk semua pihak yang mendukung acara ini dan sampai jumpa lagi di Pasar Malam Malmö selanjutnya! 😀

Foto oleh: Ignatius Hari/KBRI

Leave your comment here: