Beragam Keuntungan Kuliah S3 di Swedia

Ada berbagai alasan orang memilih melanjutkan studi ke jenjang doktoral, ada yang memang berniat menjadi akademisi, ada yang mendaftar program doktoral karena tidak diterima di pekerjaan impian, atau karena gaji di pekerjaan sebelumnya terasa masih kurang. Entah apa alasan yang kamu miliki, hingga akhirnya tiba pada masa dimana kamu mulai berfikir-fikir melanjutkan studi doktoral. Meski sebelumnya mungkin kamu pernah bersumpah serapah kapok sekolah lagi di hari kelulusan S2. Namun, lambaian foto-foto teman yang sedang studi S3 di timeline akun media sosial yang dengan bangganya mendapatkan best paper award di sebuah konferensi ilmiah, mulai mengusik hatimu. Atau mungkin godaan akan kehidupan yang tenang, aktivitas yang beragam dan passionate saat masih kuliah membayangi pikiranmu di sela-sela sibuknya pekerjaan yang monoton.

Buat siapapun kamu, baik yang sudah mantap ingin melanjutkan studi atau yang baru mempertimbangkan melanjutkan studi S3, kali ini saya akan menceritakan keuntungan-keuntungan belajar di program studi doktoral di Swedia. Daftar benefit di bawah inilah yang kemudian membuat saya berfikir bahwa S3 di Swedia adalah yang paling ideal bagi saya dibanding dengan S3 di negara lain. Pertimbangan memilih kampus dan negara tentu berbeda-beda tiap orang. Harapan saya, informasi yang saya tulis di sini akan bisa menjadi pertimbangan tambahan dan semakin memantapkan kamu memilih Swedia sebagai tujuan studimu.

Sebagaimana yang telah saya singgung di artikel sebelumnya (Menyoal Ranking Universitas di Swedia, Pentingkah untuk Karirmu?), PhD di Swedia bukanlah hanya sebatas pilihan dari pertimbangan akademis semata, namun Swedia menawarkan hal menarik yang lebih dari itu. Berikut ini saya tulis sebanyak mungkin keuntungan yang saya dapatkan dan saya tahu selama 1.5 tahun tinggal di sini.

Sebagai student

Hubungan yang egaliter dengan supervisor.
Di Swedia, para Professor justru sungkan jika dipanggil Professor. Mereka merasa nyaman disapa dengan nama depannya saja. Di sini, saya tidak pernah lagi mengalami kekikukan ketika berinteraksi dengan Professor karena takut menyinggung perasaan, salah kata, nampak bodoh karena tak tahu, dll. Karena itu, berbagai pemikiran kritis dan ide baru baik itu yang sepele sampai yang brilian lebih mudah muncul dan lebih mudah didiskusikan.
Professor juga tidak mudah meminta tolong atau menyuruh. Saya pernah suatu saat harus menguji suatu sampel rail yang super berat. Saya harus membawanya ke gedung lain di musim dingin kala itu. Namun, saya kaget ketika ternyata Professor sayalah yang melakukannya. Dia membawa rail berat itu sendiri, mengujikannya ke bengkel, dan mengambil hasilnya sendiri. Saya hanya terheran-heran. Yang mahasiswa siapa, yang Professor siapa. Hehe. Mungkin dia berfikir bahwa project riset saya adalah project riset dia juga. Jadi dia tidak perlu perhitungan untuk “mempekerjakan” mahasiswanya mengerjakan suatu hal yang dia bisa kerjakan sendiri.
Ada pula report periodik yang harus kami buat untuk melaporkan progress riset kami. Seringkali, jika dia bisa melakukan sesuatu sendiri, maka saya tidak diperintah. Selain itu, ketika berdiskusi mengenai riset atau beragam urusan akademik lainnya, saya selalu diberikan kebebasan untuk menolak. Tidak jarang saya menolak, disertai argumen dan solusi alternatif. Dan dia tidak masalah dengan hal itu, justru memberikan apresiasi. 😀 . Memang hal ini tergantung siapa supervisor kita, namun menurut saya, notabene orang Swedia memang memiliki karakter demikian.

Tuntutan kerja yang tidak berat.
Tidak ada budaya lembur di Swedia, meski lembur atau kerja lebih dari 8 jam sehari adalah pilihan pribadi kamu. Biasanya, kampus sudah berangsur sepi ketika pukul 5 sore. Ada kejadian unik ketika bulan-bulan awal saya datang ke sini. Karena saya sudah terbiasa bekerja sampai dini hari sejak saya mengambil studi Master di Jepang dulu, saya cukup sering tinggal di kampus hingga dini hari baru pulang. Sampai suatu saat supervisor saya mengetahui kebiasaan saya tersebut. Esok harinya, supervisor saya datang ke ruangan saya dan menasehati saya untuk tidak pernah melakukannya lagi. Katanya, ini Swedia dan kebiasaan itu tidak baik buat saya. Saya diminta untuk bisa lebih teratur mengelola waktu saya dan jangan lembur lagi. Sambil mengangguk-angguk, saya makin heran dengan pikiran orang Swedia. Dulu saya dipuji kalau lembur, sekarang malah dilarang lembur. Haha.

Boleh mengambil course di mana saja selama disetujui supervisor.
Pilihan mata kuliah yang bisa diambil tidak sebatas pada mata kuliah yang ditawarkan di kampus. Jika kamu berminat mengambil sebuah course di tempat lain, misal summer course atau internship, atau online course semacam EdX atau Coursera, kamu tetap bisa mengikutsertakannya untuk kuliah PhD-mu. Dan tentu dibiayai, selama mendapat persetujuan dari supervisor.

Tema riset yang sudah diketahui sebelum mendaftar PhD.
Masing-masing lowongan posisi PhD di Swedia memiliki tema riset yang sudah disepakati. Sehingga hal ini memudahkan kita untuk mengira-ngira apakah kita cocok dan benar-benar berminat dengan posisi PhD tersebut.

Boleh mengambil Licentiate degree.
Licentiate adalah degree yang bisa diambil di pertengahan studi doktoral. Ada beberapa kolega saya yang memutuskan untuk ”istirahat” atau berhenti studi doktoralnya setelah mereka mendapatkan licentiate. Biasanya mereka memilih bekerja di industri setelah licentiate. Sambil bekerja, mereka kuliah part-time.

Sebagian course menawarkan online streaming untuk mengikuti kelas.
Jika ada keperluan lain yang membuatmu tidak bisa hadir di kelas, kamu tetap bisa menghadiri kelas dengan streaming dari tempat lain. Kamu tidak dianggap absen, kamu masih bisa mengikuti pelajaran yang diberikan.

Fika time, biasanya dua kali sehari.
Mingle sambil menyeruput kopi dengan teman kerja tentu bisa menyegarkan pikiran dan menstimulasi ide-ide baru untuk riset kamu.

Di-training secara cuma-cuma.
Di tahun pertama saya, saya dua kali diikutkan training di kota lain. Di Linköping dan di Östersund. Training ini standard industri. Semua dibiayai. Dan bisa dijadikan kredit kuliah.
Selain itu, saya juga 4 kali field trip ke Riksgränsen di tahun pertama kuliah.
Intinya, kamu dan supervisormu akan berdiskusi dan merencanakan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk menyukseskan studimu. Jika kamu perlu mengikuti training dan hal itu sangat penting untuk studimu, maka kamu bisa mendiskusikannya dengan supervisormu. Begitu juga dengan hal lain, misal membeli software atau alat tertentu, mengunjungi industri untuk field trip, magang kerja, dll.

Keterbukaan jika kamu ingin mengajukan ide-ide riset baru.
Supervisor sangat terbuka dengan pengembangan ide-ide baru. Asal memang idenya bagus, kamu bisa menyiapkan proposal dengan supervisormu untuk mengajukan research grant. Sebagaimana yang saya singgung di artikel sebelumnya,(Menyoal Ranking Universitas di Swedia, Pentingkah untuk Karirmu?), akademisi di Swedia diharapkan untuk mencari grant untuk menggaji diri mereka sendiri. Begitu juga dengan kamu, jika grant kamu lolos kamu bisa meneruskan karir sebagai peneliti atau postdoctoral di kampusmu setelah lulus doktoral.

Kesempatan mengajar
Kamu memiliki pilihan, kadang kewajiban, untuk mengajar sambil kuliah doktoral. Dengan mengajar kamu bisa memperpanjang masa studimu dari masa studi yang direncanakan sejak awal. Selain itu, mengajar juga membuatmu memiliki tambahan portofolio yang kelak akan sangat berguna jika kamu ingin berkarir sebagai lecturer. Dengan pengalaman mengajar, kamu akan lebih mudah naik jabatan dalam karir akademik.

Suasana division meeting

Sebagai employee
Cuti 28-35 hari per tahun.
Kamu mendapat hak cuti sekitar 1.5 bulan dengan tetap mendapatkan 100% gaji. Nah, cuti ini bisa kamu pergunakan untuk mudik ke Indonesia.

Boleh bekerja remote dari rumah.
Jika kamu mempunyai alasan tertentu, kamu boleh kok tidak hadir di kampus, asal sudah dikomunikasikan dengan supervisormu. Bulan kemarin saya sebulan kerja di rumah dan tetap bekerja full time karena saya baru saja dikaruniai seorang anak namun ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Jadi saya tidak mengambil parental leave karena tetap harus menyelesaikan pekerjaan. Ya sudah, saya bekerja di rumah saja.

Ikut serta dalam meeting divisi/departemen.
Sebagai employee, perlakuan kampus padamu tidak berbeda dengan employee lain yang bukan student. Kamu diikutsertakan dalam meeting bulanan, juga pada acara retreat tahunan. Dengan begitu, kamu jadi tahu bagaimana kondisi divisimu. Kamu jadi merasakan hype divisimu, misal divisimu lagi kekurangan dana, atau justru kamu tahu divisimu baru saja dapat suntikan dana besar, atau divisimu sedang mencari kandidat direktur baru, sehingga kamu bisa memahami situasi emosi dan politik antar staff. Kamu juga akan tahu ke mana arah riset mereka sehingga kamu bisa mempersiapkan proposal-proposal riset untuk tahun-tahun mendatang jika ingin bergabung menjadi akademisi kampus lagi setelah lulus.

Diberi peralatan kantor waktu awal datang.
Ketika awal datang, setiap PhD student diberi ponsel, laptop dan monitor desktop dengan spesifikasi baru dan sesuai kebutuhan risetmu. Kamu bisa minta peralatan lain jika memang dibutuhkan selama disetujui oleh supervisor dan anggarannya tersedia.

Digaji.
Sebagai pegawai, tentu saja kita akan digaji. Range gaji employed-PhD di Swedia adalah sekitar 27000-30000 sek. Jika kamu single, range biaya hidup sekitar 5000-8000 sek per bulan. Nah, dengan tax sekitar 25% you do the math!, bisa saving berapa tuh sebulan?

Kesempatan presentasi hasil riset pada industrial partner
Kita diberi kesempatan untuk mempresentasikan progres riset kita kepada perusahaan yang bekerja sama dengan kampus 2-4 bulan sekali – berbeda-beda tiap project. Selain sebagai ajang unjuk gigi, pertemuan periodik ini juga bisa menjadi jalan untuk mendapatkan pekerjaan setelah selesai kuliah.

Seremoni purna tugas seorang Professor

Sebagai taxpayer atau residence permit card holder
Tunjangan anak +\- 1200 sek per bulan per anak.
Kamu akan dapat transferan dana ke rekeningmu untuk tiap anakmu. Tapi jangan jadikan ini motivasi untuk punya banyak anak ya! Dana tersebut nantinya akan ditransfer ke rekening kedua orang tua.

Parental leave 480 hari untuk kedua orang tua dengan tunjangan sebesar 80% gaji.
Jika kamu punya anak yang teregistrasi di Skatteverket (kantor pajak), kamu akan mendapatkan parental leave sebanyak 480 hari untuk kedua orang tua dengan mendapat tunjangan sebesar 80% gaji.
Jadi kalo kamu ambil 1.5 bulan cuti parental leave tiap tahun, lalu ditambah dengan hak cuti employee yang 1.5 bulan tadi, kamu bisa cuti rata-rata 3 bulan setahun. Coba bayangkan, liburan ke Indonesia selama 3 bulan dan transferan gaji tetap mengalir di akun bankmu. Shurga dhunya…. LOL.

Pregnancy benefit, cuti sebelum melahirkan dengan tetap dibayar 80% gaji.

Sekolah gratis untuk keluarga dari sekolah dasar hingga master (untuk pasangan dan anak).
Nah bisa nih buat iming-iming nglamar nikah. Nikah bonus kuliah. LOL.

Healthcare gratis, terutama untuk usia 20 tahun kebawah. Dan biaya murah untuk usia diatas 20.
Biaya melahirkan dan imunisasi/vaksinasi juga gratis lho. Tetep ya, pliiis jangan jadiin motivasi buat terus nambah anak. 😀

Kursus Bahasa Swedia gratis di SFI (Swedish for Immigrants).

Ijin mengemudi tanpa tes selama 1 tahun sejak kedatangan di Swedia.
Jika kamu sudah punya surat ijin mengemudi dari Indonesia, kamu tidak perlu mengikuti tes mengemudi lagi untuk mengemudi mobil di sini. Tapi, hanya untuk satu tahun dari sejak hari pertama kedatanganmu

Menikmati alam Swedia, termasuk aurora.
Jelas dong yaaa!

Naik bus gratis untuk anak dan diskon untuk remaja.

Tunjangan/asuransi pengangguran jika kamu ikut union.
Jika kamu mengikuti union tertentu, minimal satu tahun sebelum kelulusan doktoral, kamu akan mendapat tunjangan tiap bulan di saat kamu menganggur hingga kamu mendapat pekerjaan.

Ikut serta dalam pemilu county dan municipal.
Kamu bisa ambil bagian dalam menentukan masa depan county dan municipalmu meskipun kamu bukan warga negara Swedia, asal kamu sudah berstatus permanent resident. Duh, saya heran lagi, kita ini pendatang tapi dikasih hak menentukan masa depan kota…. kadang saya mikir Swedia itu baiknya keterlaluan.

Pemandangan alam saat division trip di Camp Gauto

Itulah tadi keuntungan-keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika kamu mengambil PhD di Swedia dengan status sebagai employee. Saya yakin tidak banyak program doktoral yang menawarkan keuntungan seperti di Swedia. Oleh karenanya, saya merasa Swedia merupakan negara yang ideal untuk PhD terlebih lagi dengan kondisi saya yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Nah, bagaimana dengan kamu? Tertarik kuliah PhD di Swedia?

Di artikel berikutnya, saya akan memaparkan di mana dan bagaimana kamu bisa mendapatkan informasi posisi doktoral di Swedia. Kemudian akan saya sambung dengan kisah-kisah sedi tinggal di Swedia di bulan Desember nanti ketika ”Winter is (really) coming”.
Stay tune terus ya di ppiswedia.se !.

Anandika

Penulis Reguler PPISwedia.se
Doctoral Student
Operation and Maintenance Division
Luleå Tekniska Universitet
Kontak saya di sini.

Link-link terkait:
Masih ada benefit lain yang akan kamu dapatkan. Jika kamu ingin tahu, kamu bisa baca lebih detil di website Försakringskassan.
Benefit bagi keluarga yang tinggal di Swedia. https://sweden.se/society/10-things-that-make-sweden-family-friendly/
Swedia selalu bertengger di posisi teratas sebagai negara terbaik di seluruh dunia.
Sweden is the best in the world at pretty much everything. Business Insider
Sweden: the best country in the world. Forbes
Maaf, tidak membahas ranking negara ini di artikel atas, karena alasan-alasan yang telah dibahas di atas sudah kepanjangan 😀 …..LOL

 

Artikel saya yang lain:

Potensi kontribusi alumni Swedia bagi Indonesia

Menyoal ranking universitas di Swedia, pentingkah untuk karirmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *