Menempuh Studi di Växjö, Kota Terhijau se-Eropa

Tjena! har du någonsin hört talas om Växjö city? (Halo! Pernah mendengar kota Växjö?)

Belum banyak tulisan yang mengulas mengenai kota ini. Namun, kota ini merupakan hidden treasure yang bisa dijadikan salah satu tempat tujuan untuk melanjutkan studi di Swedia. Växjö adalah ibu kota di wilayah Kronoberg, di mana kota ini dijuluki sebagai kota terhijau di Eropa. Kata Växjö itu sendiri berarti kota yang dikelilingi banyak danau. Jadi, bisa dibayangkan betapa asrinya kota ini.

Salah satu hutan di dekat Linnaeus University saat musim gugur

Kota ini sangat cocok untuk pelajar karena suasana dan lingkungan yang sangat kondusif untuk belajar. Tidak hanya belajar saja, beragam aktivitas seperti olahraga, party, belajar bahasa asing, seminar, traveling,shopping, dan masih banyak lagi juga dapat dilakukan di kota ini. Disini saya akan membahas beberapa hal menarik kepada teman-teman sekalian, yaitu:

Transportasi

Akses transportasi disini sangat mudah, jadi teman-teman tidak akan kesulitan ketika ingin pergi ke suatu tempat. Biasanya para pelajar membeli sepeda bekas dengan kisaran harga 500 kr-4000 kr. Selain sehat, sepeda merupakan salah satu transportasi yang murah dibanding menggunakan bus. Perjalanan ke pusat kota Växjö ditempuh selama 15-20 menit dengan menggunakan sepeda dan 5-10 menit jika menggunakan bus. Akan tetapi, banyak teman-teman disini yang menyarankan saya untuk menggunakan bus dikarenakan berkendara sepeda di musim salju sangat berbahaya. Bus yang digunakan di Växjö bernama bus länstrafiken. Bus ini sangat ramah lingkungan karena menggunakan bahan bakar gas. Orang-orang biasanya membayar tiket perjalanan bus dengan menggunakan credit card atau swish. Namun, saya menyarankan, sebagai pelajar untuk menggunakan bus student card (405 kr/bulan), dimana teman-teman dapat pergi kemana saja dengan menggunakan akses bus tanpa batas selama satu bulan.

Student period card

Shopping Center

Kota Växjö merupakan kota yang besar di Kronoberg. Teman-teman dapat menemukan berbagai macam kegiatan entertainment seperti makan, menonton di bioskop, dan belanja, layaknya di ibu kota. Jika pelajar jenuh dan penat setelah belajar, mereka dapat menghabiskan waktu untuk relax di area Shopping Center. Salah satu tempat yang saya rekomendasikan adalah Grand Samarkand dengan menggunakan bus länstrafiken nomor 3, turun di Samarkand.

Culture

Kota Växjö dikenal sebagai kota pelajar, oleh karena itu banyak aktivitas-aktivitas terkait budaya diselenggarakan disini dan kebanyakan aktivitas-aktivitas tersebut gratis untuk pelajar. Salah satu tempat yang sering menyelenggarakan aktivitas budaya dan seni adalah kulturparken. Teman-teman dapat mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh kulturparken, yaitu dengan mengunjungi website http://www.kulturparkensmaland.se. Salah satu kegiatan yang pernah saya ikuti adalah pameran kerajinan kaca, yang konon Swedia terkenal dengan kerajinan kacanya. Kulturparken dapat diakses dengan menggunakan bus länstrafiken nomor 1 atau 3 atau 5, turun di Stortoget.

Swedish Glass Museum

Travelling

“Live life in harmony. Balance the elements of life around you to live in peace. Let your worries go. Do not be stress over things you cannot control. Live and be” –Jenna Bogar.

Hal ini merupakan nasehat bagi saya dan juga pelajar lainnya untuk senantiasa memanfaatkan waktu yang ada dan have fun untuk setiap momennya. Belajar adalah tujuan utama setiap pelajar, tetapi harus diimbangi dengan kegiatan positif sehingga hasilnya juga akan produktif. Tips saya untuk menyeimbangkan kegiatan sehari-hari adalah saya selalu meluangkan waktu setiap weekend untuk berjalan-jalan mengelilingi kota Växjö yang indah. Saya memberikan tiga tujuan destinasi yang wajib teman-teman kunjungi saat di Växjö, yaitu Växjö Cathedral, dengan naik bus länstrafiken nomor 1 atau 3 atau 5, turun di Stortoget. Teleborg slott, dapat ditempuh dengan sepeda dan berjalan kaki dari lokasi univeristas. Kronoberg ruin castle, Bus länstrafiken nomor 1 turun di Kronoberg slottsruin.

Växjo Cathedral

Teleborgs Slott

Kronoberg ruin castle

Linneaus University

Disini adalah tempat dimana saya menempuh studi S2 selama 2 tahun. Program studi saya adalah Business Process Control and Supply Chain Management – Fronts in Logistic. Ada begitu banyak perbedaan dalam hal budaya belajar dari Indonesia. Disini kita dituntut untuk belajar secara independen tanpa bimbingan dosen setiap saat dan aktif untuk bertanya. Kelancaran dalam berbahasa inggris dan academic writing juga diasah dari setiap tugas yang diberikan oleh dosen. Selain itu, hal yang paling membuat saya terkesan ketika belajar disini adalah pentingnya sebuah kerja tim. Saya bekerja menyelesaikan tugas yang padat dan banyak dengan saling mengandalkan anggota tim yang berasal dari negara-negara lainnya. Memahami perbedaan, latar belakang, dan budaya masing-masing anggota tim menjadi tantangan bagi saya selama kuliah disini. Saya senang karena saya belajar banyak hal dan menerima banyak masukan dari dosen, teman setim, bahkan tim lain selama kerja kelompok.

Hal yang paling penting selama belajar di Linnaeus University adalah jangan pernah menunda pekerjaan dan jangan belajar dengan sistem kebut satu malam. Oleh sebab itu, saya sangat menyarankan teman-teman untuk sering datang ke perpustakaan setiap saat untuk membaca, belajar, dan mengerjakan tugas kelompok. Ada begitu banyak sudut perpustakaan yang dapat teman-teman jelajahi dan dapat dijadikan spot untuk belajar dengan tenang. Ditambah lagi, setiap pelajar memiliki hak akses atas perpustakaan dengan menggunakan kartu pelajar. Jadi, pelajar dapat akses perpustakaan di malam hari dan bahkan di hari libur.

Perpustakaan Linnaeus University

Fika

Kata ini bukanlah hal asing lagi bagi semua orang di Swedia. Saya merasakan begitu banyak manfaat dari fika, salah satunya membangun keakraban dengan teman-teman Swedia dan internasional. Fika menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari saya sekarang ini. Walau saya bukan pecinta kopi, tetapi saya sering memanfaatkan waktu kebersamaan dengan teman-teman yang saya cintai dengan ditemani secangkir teh atau susu.

Dari fika, saya mendapat teman yang hangat dari Ethiopia

Dan dari Fika, saya mendapat teman-teman yang gaul dari Cina

Untuk seputar pertanyaan lebih lanjut mengenai studi S2 di Linnaeus University, Växjö, teman-teman dapat menghubungi saya di instagram @ester_lisnati. Hej då! (Good bye!)

Ester Lisnati

Master Student in Business Process Control and Supply Chain

Linneaus University

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *