Pengalaman Summer Program di Jepang

Salah satu keuntungan kuliah di Swedia adalah banyaknya pilihan program pengembangan diri di luar kegiatan rutin internal kampus yang bisa kita ikuti. Di antara program-program tersebut ada yang berbayar dan gratis, atau bahkan dibayar. Kamu bisa menemukannya dengan mudah ketika sudah memulai kuliah di sini. Di artikel ini saya ingin berbagi pengalaman mengikuti salah satu program tersebut yaitu, Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) summer program 2019. Sebuah program studi menarik yang dilaksanakan saat summer di Jepang. Peserta summer program akan menghabiskan 2.5 – 3 bulan, dari awal juni sampai akhir agustus/awal september di Jepang untuk melakukan riset di institusi riset manapun yang bersedia menerimanya. 

Sebenarnya, saya adalah lulusan master of engineering dari salah satu universitas di Jepang. Jadi meskipun sekarang saya sedang menempuh program doktoral di Swedia, ada keinginan untuk bisa kembali mengunjungi Jepang meskipun sekedar mengikuti international conference, atau menginisiasi research collaboration, short term visit, exchange student atau mungkin juga melanjutkan posdoktoral kelak setelah selesai S3. Setelah mengulik informasi lebih jauh, ternyata ada program tahunan dari JSPS yaitu summer program. 

Sebagai informasi, JSPS adalah salah satu badan pemberi dana pendidikan dan riset yang prestisius di Jepang. Ada beragam program beasiswa dan hibah riset yang diberikan oleh JSPS kepada para akademisi dan peneliti dari berbagai negara, salah satunya adalah program summer program ini. Menariknya, summer program ini mensyaratkan pelamar harus sedang studi di US, Kanada, Jerman, Perancis, UK, dan Sweden. Jadi, sebuah keberuntungan bagi saya yang kebetulan sedang studi di Swedia sehingga eligible untuk mendaftar beasiswa ini. 

Gambar 1. Para partisipan dari berbagai negara di acara pembukaan di SOKENDAI, Kanagawa. Source: Dokumentasi JSPS summer program 2019

Ada beberapa informasi menarik yang baru saya tahu setelah dinyatakan diterima untuk mengikuti program ini. Ternyata tidak banyak akademisi di Swedia yang mendaftar program ini. Saya sempat bertanya ke pimpinan STINT (institusi yang mengurusi seleksi program ini di Swedia) bahwa semua pelamar program ini ternyata diloloskan. Tahun kemarin, ada 12 pelamar yang dinyatakan lolos. Dan lebih menarik lagi, saya satu-satunya akademisi dari Luleå University of Technology yang mengikuti program ini dari semenjak program ini dilaksanakan, yaitu sejak 2003! Saya semakin heran dengan karakteristik akademisi-akademisi Swedia ini, program-program dari JSPS seakan underrated di kalangan akademisi swedia – setidaknya untuk summer program ini, apalagi mengingat program ini cukup ringkas (misal proses seleksinya yang hanya via dokumen aplikasi) namun sangat royal. Berikut ini beberapa benefit yang saya dapatkan:

  • – International travel (Round-trip airfare)
  • – Maintenance allowance sebesar 534.000 yen
  • – Asuransi
  • – Research support allowance 158.500 yen

Selain itu, peserta juga akan dijamu selama satu minggu di sebuah hotel di Kanagawa, daerah selatan Tokyo dan akan mengikuti beragam kelas persiapan yang menyenangkan plus 1 hari homestay di rumah penduduk sekitar. Sebelum itu, peserta difasilitasi dengan menginap di salah satu hotel di dekat bandara Narita selama satu malam.

Saya menghabiskan hampir 3 bulan di Tokyo Institute of Technology, dan tinggal di TIEC – sebuah asrama khusus untuk mahasiswa asing – daerah Odaiba, 5 menit jalan kaki ke Gundam statue Daiba. Sedari awal, saya sengaja tidak mentargetkan banyak hal terkait dengan penelitian. Mengingat tidak ada kewajiban publikasi apapun terkait kegiatan riset kami selama di Jepang, namun hanya mengirimkan 2 halaman singkat laporan mengenai pengalaman dan aktivitas kita selama di Jepang. 

Karena saya sudah sangat familiar dengan Jepang, dari awal saya sudah berencana untuk membawa keluarga saya ke Jepang selama program. Segala persiapan-persiapan tambahan harus saya lakukan, diantaranya membeli tiket pesawat dengan dana sendiri, mendaftar visa untuk sekeluarga, menyewa apartemen ukuran keluarga, dll. Namun, sebagaimana sudah saya kalkulasi dari awal, saya masih bisa menabung paska kembali ke Swedia, karena maintenance allowance yang besar dan saya masih menerima gaji bulanan sebagai PhD student. Memang persiapan keberangkatan saya menjadi semakin repot, diantaranya kami baru mendapat visa dari kedutaan Jepang 2 jam sebelum keberangkatan pesawat. Namun menghabiskan waktu beberapa bulan di Jepang dengan keluarga membuat persiapan yang melelahkan tersebut terbayarkan. 

Lalu, apa yang saya lakukan selama di Tokyo? Selain belajar hal-hal baru terkait topik riset saya di kampus, saya banyak bertemu dan menjalin komunikasi dengan para peneliti di bidang saya, saya berkunjung ke Japan Railway (JR) East company, ke Gunma university, dan menemui beberapa profesor untuk berdiskusi mengenai riset yang saya lakukan. Untuk biaya transportasi, ditanggung dengan research grant yang ada. Banyak mengunjungi kolega baru saya maksudkan untuk mempersiapkan relasi yang bisa membantu jika kelak saya akan meneruskan postdoctoral pasca kelulusan doktoral di Swedia. Sepanjang program, pihak JSPS pun juga sering meng-encourage kami untuk mengikuti program-program JSPS yang lain paska summer program tersebut. Selebihnya, saya habiskan waktu di sana dengan menikmati Tokyo bersama keluarga. 

Cerita ini saya sampaikan dengan maksud untuk memotivasi kamu, terutama yang sedang kuliah di Swedia (postdoctoral, PhD, dan juga master.), untuk turut meramaikan persaingan seleksi JSPS summer program tahun ini, plus menambah jumlah fellow dari Indonesia yang mewakili Swedia untuk studi di Jepang 😀 . Apalagi, tahun ini Jepang (terutama Tokyo) akan jadi host Olympic 2020. Jadi, selain summer program kamu juga bisa turut merasakan kemeriahan olympic 2020. Nah, deadline aplikasi JSPS summer program untuk tahun ini masih bulan depan: 7 Februari. So, kalo tertarik, siapkan aplikasimu ya 😀

Untuk info lebih lanjut, silakan klik di sini:

https://www.stint.se/en/program/external-programmes/jsps-summer-program/
https://www.jsps.go.jp/english/e-summer/index.html

Gambar 2. Partisipan dari Swedia berfoto bersama saat ekskursi di Kamakura. Source: Dokumentasi JSPS summer program 2019

Jika ada pertanyaan, kontak saya di sini: https://www.linkedin.com/in/rayendra-anandika-86615731/

Anandika
Phd Candidate in Operation and Maintenance Division
Avdelningen för Drift, Underhåll och Akustik
Luleå Tekniska Universitet

 

Artikel saya yang lain di blog ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *