Peran Mahasiswa dalam Sistem Pendidikan di Kampus Swedia

Mahasiswa sebagai pelajar adalah objek utama di dalam sistem pendidikan. Melalui tulisan ini, saya akan berbagi pengalaman sebagai seorang mahasiswa internasional yang dapat secara aktif membuat perubahan dalam sistem pendidikan di salah satu kampus di Swedia, Chalmers University of Technology.

Sudah satu tahun saya lewati sebagai mahasiswa master internasional di Chalmers. Saya senang melihat bagaimana kampus ini senantiasa mengevaluasi sistem pendidikannya dengan melaksanakan review bersama mahasiswa di akhir setiap mata kuliah. Sebesar apa dampak dari suara mahasiswa dalam sistem pendidikan kampus ke depannya?

Meninjau kampus tempat saya menyelesaikan studi S1 di Indonesia sebelumnya, mahasiswa juga dapat menyuarakan pendapat tentang bagaimana kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Serta dapat pula memberikan saran serta ide untuk perbaikan ke depannya. Namun, saya merasa ada dampak lebih dari andil yang mahasiswa berikan setelah berpartisipasi dalam proses evaluasi di Chalmers karena metode yang digunakannya. Di Chalmers, setiap mata kuliah memiliki beberapa perwakilan mahasiswa yang disebut student representatives yang dipilih secara acak. Beruntung, saya terpilih sebagai satu dari student representatives dalam beberapa mata kuliah yang sudah saya ambil untuk berkontribusi lebih dalam feedback system pendidikan di Chalmers.

Saya melihat bahwa feedback system yang ada sangatlah transparan, sistematis, dan menggunakan platform online yang mudah digunakan. Secara lengkap, review yang diberikan setiap mahasiswa di kelas tercantum dalam kuesioner online yang kemudian hasilnya akan secara detil ditindaklanjuti oleh para pengajar bersamaan dengan para student representatives. 

Di setiap mata kuliah, terdapat dua pertemuan wajib antara para student representatives dengan pengajar (atau Professor). Rapat pertama diadakan di tengah periode perkuliahan sedangkan rapat kedua dilangsungkan setelah periode studi selesai. Biasanya setelah ujian mata kuliah tersebut dilaksanakan dan para mahasiswa telah rampung mengisi kuesioner online. Sebagai salah satu yang terpilih, sebelum rapat saya berdiskusi dengan teman di kelas mengenai kelangsungan proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Sebagai representasi mahasiswa, saya merasa didengar saat bisa memberikan saran secara lebih personal sebagai tambahan dari kuesioner online di penghujung periode studi. Bonusnya, para student representatives juga diberikan Chalmers Store gift cards yang bisa digunakan untuk membeli peralatan kuliah ataupun merchandise kampus Chalmers.

Merchandise dari Chalmers Store

Dalam rapat pertama di tengah periode perkuliahan (mid-term evaluation meeting), saya bersama para student representatives, dan pengajar berdiskusi tentang pandangan mahasiswa dan pengajar terhadap kondisi pembelajaran yang sedang berlangsung. Para student representatives dapat sharing tentang apapun yang dirasakan di dalam kelas, seperti jumlah tugas yang diberikan, deadline dari setiap tugas, opini tentang metode pengajaran yang digunakan, sampai diskusi mengenai porsi penilaian. Saran dan masukan yang ditampung dari rapat ini kemudian akan menjadi pertimbangan untuk menjalankan sisa periode pembelajaran di kelas selanjutnya. Sebagai contoh, sebagai mahasiswa jurusan Nanoteknologi, banyak sekali rumus yang saya temui di kelas. Saya sempat merasa penjelasan dari rumus yang dimunculkan di slide kurang jelas di salah satu kelas, dengan tidak adanya beberapa keterangan mengenai simbol tertentu. Lalu yang kemudian terjadi adalah saran yang saya sampaikan langsung ditindaklanjuti di pertemuan saat kelas selanjutnya! Materi presentasi di kelas diperbaiki dengan tambahan keterangan atas simbol dari rumus yang ada. Setiap aspirasi dan pernyataan yang diberikan mahasiswa saat rapat secara terbuka didiskusikan untuk menghasilkan proses pembelajaran yang lebih baik. Perasaan merasa didengar dan berdampak pada sistem edukasi Chalmers adalah hal yang sangat spesial bagi saya, seorang mahasiswa. Hal menarik lainnya di kelas juga sempat saya bagikan dan ceritakan disini.

Selanjutnya di rapat kedua (final evaluation course meeting), para student representatives, pengajar, dan tambahan perwakilan dari program jurusan di bidang akademik berkumpul dan menelusuri hasil kuesioner yang telah disebarkan sebelumnya kepada seluruh mahasiswa. Kami mendapatkan pandangan menyeluruh terhadap proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan di periode studi yang baru saja dilalui. Karena dihadiri oleh pihak-pihak terkait, kami bersama-sama bahkan mampu untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah yang lebih baik sebelum mata kuliah tersebut dilaksanakan di periode studi selanjutnya. Saya setuju dengan pepatah yang berbunyi “feedback is a gift.” Ide dan saran yang diberikan mahasiswa secara langsung dapat membawa pengaruh yang sangat besar terhadap institusi pendidikan serta masa depan dari siswanya sendiri. 

Untuk transparansi, hasil survei dan hasil rapat selalu disematkan di Student Portal Website. Teman-teman juga bisa mengecek ilustrasi mengenai evaluasi mata kuliah di Chalmers melalui film animasi disini.

 

Sarah Zulfa Khairunnisa
Master Program of Nanotechnology at Chalmers University of Technology
Gothenburg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *