Seberapa Penting Menguasai Bahasa Swedia?

Mengkilas balik tulisan Made Sania mengenai Persiapan Bahasa ke Swedia, memang benar kalau sebagian besar orang Swedia sangat fasih berbahasa Inggris, tapi tentu tidak semuanya.

Sebagai awalan singkat, saya akan cerita sedikit mengena kebutuhan untuk mencuci baju di akomodasi saya. Di akomodasi yang saya tinggali, mencuci baju bisa dilakukan di laundry room, dan untuk mendapat slot laundry perlu booking terlebih dahulu di waktu yang tersedia. Namun, ada juga laundry room per lantai yang tidak perlu menggunakan booking. Asalkan ruangannya tidak terpakai, siapa saja boleh memakai ruangan itu. Saya lebih sering mencuci baju di laundry room yang dengan booking karena saya lebih suka mesin pengeringnya. Ini hanya pilihan saya pribadi saja, ya. Di kedua jenis laundry room yang tersedia, kita tetap harus membawa deterjen dan pelembut pakaian sendiri karena tidak di sediakan oleh akomodasi. Sehingga kami harus menyiapkan deterjen dan pelembut pakaian sendiri, sesuai kebutuhan dan sesuai selera tentunya.

Beberapa hari lalu saya sedang berbelanja ke supermarket, dan kebetulan sedang ada diskon untuk deterjen dan pelembut pakaian. Sebagai mahasiswa yang semangat untuk berhemat, tentu saya dengan semangat mengambil deterjen dan pelembut pakaian tersebut. Sampai di kasir, ternyata tidak semua item yang saya ambil tersebut mendapatkan diskon. Seperti di negara-negara lain, diskon di supermarket Swedia juga punya syarat dan ketentuan tersendiri, dan kadang-kadang agak membingungkan, terlebih karena keterangannya tertulis dalam bahasa Swedia. Kebetulan, kasir yang melayani saya saat itu tidak bisa bahasa Inggris. Saya memang sudah belajar bahasa Swedia selama beberapa bulan, namun tetap belum lancar dan kosa kata yang saya kuasai belum banyak. Saya berusaha keras untuk memberitahu kasir dengan bahasa Swedia seadanya, namun saya masih kurang berhasil. Sebagai hasil akhir, saya ngga jadi beli deterjen dan pelembut pakaiannya karena kami berdua (saya dan kasir) tidak bisa mengerti satu sama lain, dan saya tidak mau menahan antrian, jadi saya cancelsaja semuanya. Disinilah saya mau bilang, kalau kalian sudah di Swedia, tentu penting untuk belajar bahasa lokal di sini, alias bahasa Swedia.

Gimana nih kak, ada ngga tips untuk belajar bahasa Swedia?

Iya, ini saya kasih beberapa tips untuk belajar bahasa Swedia, ya.

  1. Mengikuti SFI (Svenska För Invandrare)

Apa sih Svenska För Invandrareitu? Translasi langsungnya adalah Swedish for Immigrants, ini gratis untuk kalian yang punya personnummer/ kartu identitas Swedia (biasanya kalau studi 2 tahun dapat ini, yang 1 tahun tidak). Karena saya tinggal di Helsingborg, saya hanya memberikan informasi soal SFI di Helsingborg ya. Infonya bisa di lihat di sini. Ada beberapa institusi yang bisa di pilih, dan keterangannya bisa di lihat di web ini semua, ada penjelasan mengenai waktu dan spesialisasi pembelajaran di setiap institusi.

  1. Cari info tentang Language Café

Bagi kalian yang tidak memiliki personnummer, jangan sedih! Kamu tetap bisa join Språkcafé/Language Café.

Di mana? Ada di banyak tempat. Beberapa student nation/union di Lund punya acara ini setiap minggu nya, atau event mingguan yang diadakan oleh Lund University International Desk.

“Kak, aku tinggalnya di Helsingborg, jauh kalo ke Lund, gimana ya enaknya?”Jangan khawatir, di perpustakaan kota Helsingborg, ada Language Café juga setiap hari Rabu dari jam 17.30 – 18.30, info nya bisa di lihat di sini ya. Karena kita lagi di Swedia, fika sudah pasti menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari. Fika adalah cara orang Swedia menikmati coffee break, esensinya bukan hanya di minum kopi dan beristirahat sejenak, tapi juga untuk sosialisasi.

Ilustrasi fika, dengan kopi, biskuit/coklat (snack), dan buku bacaan.

  1. Pakai aplikasi baik di HP maupun komputer

Seperti yang Sania share di postnya, kalian bisa mencoba Learning Swedish atau Memrise. Saya sendiri belum pernah menggunakan kedua aplikasi tersebut, tapi saya pernah menggunakan Duolingo (bisa untuk HP dan komputer). Lumayan juga, bisa belajar untuk empat hal: membaca, menulis, mendengar, dan berbicara.

Selama mencoba untuk belajar bahasa Swedia selama 10 bulan, jujur saja, menurut saya bahasa Swedia itu bukan bahasa yang mudah untuk di pelajari. Secara umum, bahasa Swedia memiliki tiga alfabet tambahan, jadi bukan hanya ada 26 alfabet, tapi 29. Tiga alfabet tambahan tersebut adalah: å, ä, dan ö. Kelihatannya memang mirip dengan huruf ‘a’ dan ‘o’, namun pelafalannya sangat berbeda.

Menurut saya, faktor yang membuat bahasa Swedia sulit antara lain adalah: apa yang tertulis bisa terdengar sangat berbeda ketika di ucapkan. Grammarnya berbeda dengan bahasa yang sudah saya kuasai (bahasa Indonesia dan bahasa Inggris). Untuk berbicara sehari-hari, seperti bahasa Indonesia, banyak kata-kata slang yang tentunya tidak selalu kita pelajari secara formal. Terutama karena saya tinggal di Skåne (region di area selatan Swedia), orang-orang di sini punya aksen tersendiri yang membuat pelafalan banyak kata jauh berbeda dari apa yang tertulis. Hasilnya, sulit untuk menerka kata apa yang sedang mereka sebutkan.

Namun, karena kita sudah sampai di Swedia, saya rasa tidak ada salahnya untuk merasa familiar dengan bahasa Swedia. Memang sulit, tapi cukup menyenangkan kok untuk di pelajari! Kalau kita mengerti kata-kata dasar yang sering di gunakan sehari-hari, akan banyak membantu kita juga, contohnya ketika sedang di supermarket dan di transportasi umum.

Segitu dulu aja ya dari saya, dan semoga sukses untuk temen-temen yang berminat untuk belajar bahasa Swedia. Lycka till!

Eugenia Inez

Enery-efficient and Environmental Building Design (EEBD)

Lund University, Helsingborg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *