The Greenest City in Europe

Oleh: Rina Namira

Välkommen till Växjö, Sverige!

Växjö merupakan ibu kota dari wilayah Kronoberg, Provinsi Småland, yang berada di bagian Selatan Swedia. Dengan mengusung tema “The Greenest City in Europe”, kota ini memiliki visi untuk menjadi kota terhijau di Eropa dan fossil fuel free di tahun 2030 dengan beberapa misi bertemakan ramah lingkungan dan sustainability. Kota ini memiliki banyak taman, hutan, Ruang Hijau Terbuka (RTH), dan danau. Buat teman-teman yang gemar lari dan kegiatan outdoor, kota ini cocok sebagai salah satu destinasi untuk belajar sekaligus olahraga dan menikmati alam.

Patung Carolus Linnaeus (Bapak Taksonomi Dunia) dan Växjö Cathedral (PPI Swedia/Rina Namira)

Patung Carolus Linnaeus (Bapak Taksonomi Dunia) dan Växjö Cathedral (PPI Swedia/Rina Namira)

Musim Gugur di Växjö (PPI Swedia/Rina Namira)

Musim Gugur di Växjö (PPI Swedia/Rina Namira)

Terus, kenapa memilih Swedia?

Itu pertanyaan yang paling banyak dan sering ditanyakan oleh teman-teman disini kepada saya. Dewasa ini, menuntut ilmu keluar negeri semakin populer di masyarakat dan kalangan pelajar di Indonesia. Ketersediaan akses informasi dan kemajuan teknologi membuka sudut pandang dan keinginan menimba ilmu di belahan dunia lainnya, khususnya Eropa. Alasan kenapa akhirnya saya memilih Swedia antara lain karena, pertama: jurusan yang ditawarkan sesuai minat – Business Process and Supply Chain Management, dimana studi yang dipelajari fokus pada bidang Management Accounting & Control and Supply Chain Management/Logistic. Saya kebetulan ambil program 1-year master. Namun, jika ingin ambil program 2-year master juga bisa! Kedua, menginjakkan kaki di Eropa, entah untuk singgah sebentar ataupun travelling merupakan impian saya semasa di bangku kuliah S1. Saat itu, saya bercita-cita menyambangi Eropa sebelum umur 26 tahun karena harga transportasi antar wilayah di Eropa untuk usia dibawah 26 tahun lebih murah. Ketiga, ingin melihat keindahan Northern lights yang jelas terlihat di wilayah Skandinavia, dan terakhir, saya ingin merasakan international environment, baik untuk tinggal dan belajar.

Diterima di tiga negara berbeda di awal tahun 2015, membuat saya harus mempertimbangkan matang-matang dalam memutuskan untuk melanjutkan sekolah diluar negeri. Memilih Swedia bukan tanpa pertimbangan yang matang. Dengan jarak yang jauh dari Indonesia, 20 jam ditempuh di udara ditambah dengan waktu transit, 6 jam perbedaan waktu antara Indonesia dan Swedia (5 jam saat summer time), saya tiba di negara empat musim yang terkenal dengan inovasi, research development, sistem pendidikan yang berkualitas, Swedish meatballs dan keindahan Northern lights-nya.

 

Bagaimana tahapan untuk melanjutkan studi ke Swedia?

Belakangan ini, Swedia merupakan destinasi belajar yang semakin populer dan memiliki beberapa universitas-universitas terkenal di dunia. Ada beberapa cara untuk melanjutkan studi ke Swedia, baik dengan beasiswa penuh maupun tuition fee waiver 25%-75% yang ditawarkan oleh beberapa universitas di Swedia. Informasi lengkap dapat diakses melalui https://studyinsweden.se/. Di situs ini dibahas secara detail dan dilengkapi dengan link tentang bagaimana tahapan-tahapan untuk melanjutkan studi di Swedia. Proses untuk memilih universitas, pengajuan aplikasi, dan persyaratan pendaftaran dilakukan di situs yang berbeda, melalui https://www.universityadmissions.se/ dimana calon mahasiswa internasional memiliki kesempatan untuk memilih 4 jurusan yang berbeda di universitas yang sama ataupun berbeda.

 

Lalu bagaimana dengan sistem belajar dan proses belajar mengajar di Linnaeus University?

Kronoberg memiliki salah satu universitas yang terkenal di Swedia, yaitu Linnaeus University, berlokasi di Växjö dan Kalmar. Seperti sistem grading Eropa pada umumnya, sistem yang digunakan adalah ECTS (European Credit Transfer and Accumulation System) dimana untuk studi Master 1 tahun terdiri dari 60 ECTS dan 2 tahun 120 ECTS. Sistem pendidikan disini ditekankan kepada kolaborasi dan team-work. Jurusan yang ditawarkan pun berbeda-beda, mulai dari Ekonomi, Akuntansi, Supply Chain Management, Engineering, Marketing, Bahasa, Desain, Peace and Development, Teaching, Social and Communication, dll. Berbeda dengan Indonesia, satu semester terdiri dari 30 ECTS dimana subjek yang diambil maksimal 4 mata pelajaran. Karena sistem belajar mengajar yang didesain ditekankan pada tugas yang berkesinambungan, baik individu dan kelompok dan jadwal kuliah yang cukup padat sehingga tidak disarankan memilih 5 subjek dalam 1 semester.

Ketika presentasi dalam acara business competition di Linnaeus University (PPI Swedia/Rina Namira)

Ketika presentasi dalam acara business competition di Linnaeus University (PPI Swedia/Rina Namira)

Apa saja kegiatan di luar kuliah?

Aktivitas yang paling populer di Swedia adalah FIKA! Tradisi ngopi dan ngeteh ditemani kue-kue manis, coklat atau kanelbullar (cinnamon bun) sebagai pelengkap. Umumnya, Fika dilakukan di Swedia sekitar jam 9.30-10.30 di pagi hari dan 15.00-15.30 di sore hari. Bersama teman-teman, setiap akhir pekan kami melakukan olahraga bersama (disini lari atau jalan mengitari danau sangat digemari!), Snow Sledding menggunakan kantong belanja berbahan kertas tebal (kreatif ala anak kuliahan!), memasak, makan bareng, nonton, bersepeda atau jalan kaki ke kota dan danau terdekat, kayaking dan hiking (berlaku saat summer dan autumn), mengunjungi museum, dan menghabiskan waktu bersama Swedish family and friends. Terdapat 2 shopping mall di Växjö dan pusat perbelajaan IKEA terletak di Älmhult, 45 menit baik menggunakan mobil pribadi, bus ataupun kereta dari Växjö. Selain suasana alam yang tenang, Växjö jauh dari kemacetan dan polusi serta jarak antar tempat atau wilayah berdekatan satu sama lain. Northern lights juga terlihat di Växjö loohh..

Keanekaragaman budaya dan latar belakang dari berbagai penjuru dunia (PPI Swedia/Rina Namira)

Keanekaragaman budaya dan latar belakang dari berbagai penjuru dunia (PPI Swedia/Rina Namira)

Pelajar Indonesia di Växjö bisa dikategorikan sedikit. Empat tahun belakangan hanya satu orang pelajar yang studi di Växjö tiap tahunnya. Tetapi hal tersebut bukanlah kendala, malah keuntungan yang luar biasa. Memiliki teman-teman baru dari berbagai negara di dunia dan bagi saya, Swede adalah pribadi yang menyenangkan! Memang butuh waktu untuk menjalin pertemanan dengan orang asli Swedia, tetapi sekali berteman baik dengan mereka, pertemanan akan terjalin seumur hidup! Swedish people juga merupakan English speaker yang baik, dan belajar bahasa Swedia itu menyenangkan! Studiera svenska är roligt!

Jadi, bagi teman-teman yang tertarik untuk menimba ilmu di tempat hijau seperti Vaxjo, Swedia adalah tempat yang tepat. Teman-teman juga bisa mencicipi 4 musim yang berbeda, serta international environment yang dapat memberikan pengalaman luar biasa. Brace yourself with information, prepare the requirements, tight to the schedule and deadline!

Vi Ses i Sverige!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *