Yuk Belajar Hukum Bisnis Eropa di Swedia

Saat ini masih jarang mahasiswa Indonesia dengan jurusan ilmu hukum terutama hukum bisnis melanjutkan pendidikan tinggi ke Swedia. Mitosnya jika belajar hukum di luar negeri harus menghafal kasus dan regulasi yang sangat banyak. Apakah benar?

Untuk menjawab mitos di atas, yuk telusuri gambaran kuliah hukum, pengalaman dan tips selama kuliah hukum di Swedia.

 “The Master’s Programme in European Business Law is the oldest programme covering European economic law in Scandinavia.” (law.lu.se).

Pada tahun 2019, saya menjadi satu-satunya mahasiswa Indonesia di Master Programme in European Business Law, Lund University. Menurut salah seorang pengajar senior setelah sekitar 3-4 tahun akhirnya ada lagi mahasiswa master asal Indonesia. Master Programme in European Business Law merupakan salah satu program di Faculty of Law, Lund University. Program ini dapat diselesaikan dalam waktu 1 (satu) atau 2 (dua) tahun. Setiap tahun akademik dibagi menjadi 2 terms yaitu Autumm dan Spring term. Program 1 tahun harus menyelesaikan 30 kredit sedangkan program 2 (dua) tahun harus menyelesaikan 60 kredit. Baik program satu atau dua tahun, semua mahasiswa diharuskan menyelesaikan master thesis pada akhir masa kuliah. Tema penulisan master thesis dapat disesuaikan dengan minat kita.

Gambar 1: Penampakan Gedung Fakultas Hukum dari samping

 

Kurikulum yang Komprehensif

Mahasiswa akan diberikan pemahaman mendalam tentang aspek praktis dan teoritis dari Hukum Uni Eropa. Pemahaman dasar-dasar hukum menjadi penting terutama untuk mata kuliah yang lebih spesifik seperti Competition Law. Mahasiswa juga belajar dari kasus-kasus yang pernah terjadi di lingkup Uni Eropa. Mahasiswa belajar memahami bagaimana kasus itu terjadi dan bagaimana penyelesaiannya masalahnya. Kita tidak hanya sekedar menghafal kasus-kasus dan kita juga sering diminta mempresentasi studi kasus yang diberikan oleh tim pengajar.

Gambar 2: Ketika saya presentasi di kelas

Selain itu, perbedaan sistem hukum antara Indonesia dengan Swedia dan negara-negara Eropa pada umumnya  menjadi tantangan tersendiri. Kita harus mempersiapkan diri lebih matang agar tidak tertinggal ketika menghadapi pembelajaran yang ada. Jadi kita bisa mulai membaca artikel hukum dan kasus terkait Uni Eropa jika memang tertarik melanjutkan kuliah hukum ke Swedia.

 

Tim Pengajar yang Berpengalaman

Para pengajar tidak hanya yang berlatar belakang akademisi namun juga terdapat para pengajar yang merupakan praktisi antara lain para lawyer yang pernah berkecimpung di Court of Justice of European Union (CJEU). Kehadiran para praktisi di kelas menjadi hal yang seru karena mahasiswa bisa mendengar langsung pengalaman dan tips dari ahlinya. Dengan begitu, para mahasiswa dapat belajar untuk menyelesaikan suatu permasalahan hukum tidak hanya dari aspek teori namun juga dari aspek praktik.

Para pengajar selalu menekan hal penting yang harus dikuasai yaitu berpikir kritis. Ketika berhadapan dengan suatu permasalahan hukum, kita harus bisa melihat pokok permasalahan tidak hanya dari satu perspektif. Jadi, jika ingin lanjut kuliah hukum maka mulai kembali menajamkan cara berpikir kritis dengan sering membaca buku tidak hanya terkait isu hukum. Wawasan luas menjadi suatu nilai tambah.

Berkolaborasi dan Membangun Relasi Internasional. 

Program ini terbuka untuk mahasiswa internasional tidak hanya untuk orang Swedia. Para mahasiswa dari lelas saya berasal dari berbagai negara antara lain Finlandia, Islandia, Ukraina, Serbia, Tiongkok, Estonia, Austria, Prancis, Brasil dan Bangladesh. Dengan asal negara yang berbeda ini membuat diskusi di kelas semakin seru. Banyak sudut pandang yang muncul ketika menganalisis suatu studi kasus dan tentunya dapat membangun relasi baru dengan di lingkup internasional.

Di hampir setiap mata kuliah selalu ada tugas kelompok. Mengerjakan tugas dalam kelompok membuat mahasiswa terlatih untuk saling menerima pendapat dan berkolaborasi dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Tips untuk mempermudah agar dapat berkolaborasi dengan optimal adalah dengan saling berkomunikasi seperti ngobrol santai ketika break. Dengan begitu suasana belajar bisa lebih asyik dan menambah keakraban.

Gambar 3: Presentasi Kelompok Setelah Sesi Negotiation dan Drafting Contract

Perjalanan saya untuk menyelesaikan kuliah masih panjang dan pengalaman seru lainnya telah menunggu. Jadi, kuliah hukum bukan hanya tentang menghafal bukan? Tertarik melanjutkan pendidikan di Swedia? Informasi lebih lanjut dapat dibaca di website UniversityAdmissions.se (https://www.universityadmissions.se/intl/start).

Rachmad Maulana Firmansyah
Master Programme in European Business Law
Lund University

Editor: Ria Ratna Sari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *